Kenaikan BI-rate menjadi 7,75% usai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, November lalu, melengkapi daftar panjang kekhawatiran orang perihal daya belinya. Kenaikan bunga juga menjadi momok bagi para debitur, orang yang berutang ke bank atau lembaga kredit lain.

Bagi perbankan, kenaikan BI rate merupakan kabar buruk. Bunga simpanan dan bunga kredit mau tidak mau akan beradaptasi. Skenario terburuk, kenaikan bunga kredit bisa memicu peningkatan kredit bermasalah, bahkan sampai menimbulkan kredit macet.